collina
Facebook
Email
LinkedIn
WhatsApp
X

Pierluigi Collina Angkat Bicara, Bantah Tegas Tuduhan VAR “Bantu” Argentina

Denpasar, Kompas Dewata — Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Ia menanggapi polemik panas terkait laga Argentina melawan Mesir di Piala Dunia 2026. Pria asal Italia ini secara tegas membantah semua tuduhan tersebut.

Sebelumnya, banyak pihak menuding teknologi Video Assistant Referee (VAR) sengaja diatur. Tujuannya dinilai untuk meloloskan Argentina ke babak perempat final. Namun, tudingan miring ini langsung ditepis mentah-mentah oleh Collina.

Keputusan Wasit Sesuai Prosedur

Dalam konferensi pers terbarunya, Collina menjelaskan proses evaluasi komite wasit. Ia menegaskan bahwa petugas VAR telah bekerja dengan sangat profesional. Selain itu, semua keputusan wasit diambil berdasarkan aturan yang ketat.

“Tidak ada intervensi dari pihak mana pun,” kata Collina di hadapan para wartawan.

Selanjutnya, ia memastikan wasit utama mengambil keputusan akhir secara independen di lapangan. Evaluasi layar VAR hanya berfungsi untuk memberikan sudut pandang yang lebih objektif.

Penjelasan Teknis Terkait Insiden

Lebih lanjut, Collina membahas detail insiden dugaan handball yang memicu protes. Publik menilai Mesir seharusnya mendapatkan hadiah penalti pada babak kedua. Namun, wasit memutuskan hal yang sebaliknya setelah berdiskusi dengan ruang VAR.

Akibatnya, protes keras langsung muncul dari kubu Mesir. Menyikapi hal ini, Collina menjelaskan bahwa posisi tangan pemain bertahan Argentina sangat natural. Oleh karena itu, insiden tersebut tidak memenuhi syarat sebagai sebuah pelanggaran penalti.

Rilis Rekaman Audio Transparan

Untuk meredam perdebatan liar, FIFA menyiapkan sebuah langkah penyelesaian yang transparan. Mereka berjanji akan segera mempublikasikan rekaman komunikasi wasit. Langkah ini bertujuan agar publik bisa menilai sendiri percakapan di ruang VAR.

Pada akhirnya, FIFA berharap transparansi ini bisa mengedukasi para suporter di seluruh dunia. Sepak bola modern tentu sangat membutuhkan kehadiran teknologi pendukung. Dengan demikian, keadilan di atas lapangan hijau dapat ditegakkan dengan adil.