LAHSAMOR BRIN ke Bali
Facebook
Email
LinkedIn
WhatsApp
X

Zulkifli Hasan Bawa Inovasi LAHSAMOR BRIN ke Bali untuk Atasi Sampah Organik

Denpasar, Kompas Dewata — Pemerintah pusat terus berupaya keras menyelesaikan tantangan lingkungan di berbagai daerah. Hari ini, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, membawa kabar baik untuk masyarakat Bali. Beliau secara resmi memperkenalkan sebuah inovasi teknologi pengolahan sampah organik.

Teknologi terbaru ini diberi nama LAHSAMOR. Sistem canggih tersebut merupakan hasil riset langsung dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Fokus utama LAHSAMOR adalah mengurai sisa material organik dengan sangat cepat, aman, dan efisien.

Solusi Tepat untuk Beban Lingkungan

Kehadiran inovasi ini tentu menjadi angin segar bagi pulau dewata. Selama ini, Bali selalu berjuang keras untuk menekan volume timbunan limbah harian. Oleh karena itu, penerapan LAHSAMOR diharapkan mampu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara drastis.

Selain itu, Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya kolaborasi teknologi ini dengan fasilitas lokal. Pengolahan limbah organik yang optimal terbukti dapat mendukung target ketahanan pangan. Hasil olahannya bisa langsung dimanfaatkan kembali oleh sektor pertanian daerah.

Dukung Ekosistem TPS3R Modern

Selanjutnya, adopsi teknologi BRIN ini dinilai sangat tepat sasaran. Bali saat ini memang tengah gencar mengubah berbagai lokasi TPS lama yang tidak terurus menjadi fasilitas TPS3R yang jauh lebih modern.

Inovasi LAHSAMOR terbukti sangat sejalan dengan visi keberlanjutan tersebut. Kehadirannya dapat memperkuat operasional fasilitas pengelolaan limbah mandiri, seperti inisiatif ekonomi sirkular yang digerakkan oleh Asta Manah Liang.

Bahkan, sistem ini bisa diintegrasikan dengan metode biologis yang sudah ada. Produk akhir dari LAHSAMOR berpotensi besar mendukung program pengomposan cacing (vermicomposting). Akibatnya, produksi pupuk organik lokal akan meningkat tajam.

Sinergi Demi Ketahanan Pangan

Pada akhirnya, semua langkah strategis ini bermuara pada satu tujuan besar. Pemerintah berharap lingkungan Bali menjadi semakin bersih dan sehat. Di saat yang sama, petani lokal juga mendapat jaminan pasokan pupuk yang berkualitas tinggi.

Dengan demikian, target ketahanan pangan daerah dapat segera terwujud secara mandiri. Kini, pemerintah daerah dan pihak swasta diharapkan bisa berkolaborasi erat. Tujuannya adalah untuk segera menerapkan teknologi LAHSAMOR secara massal di seluruh penjuru Bali.