spanyol juara
Facebook
Email
LinkedIn
WhatsApp
X

Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Gol Dramatis Ferran Torres di Babak Tambahan Tumbangkan Argentina

Teka-teki siapa yang berhak mengangkat trofi bergengsi sepak bola sejagat akhirnya terjawab. Timnas Spanyol resmi keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 usai menaklukkan sang juara bertahan, Argentina, dengan skor tipis 1-0.

Laga puncak yang digelar di MetLife Stadium, New Jersey, pada hari Minggu waktu setempat (Senin, 20 Juli 2026 dini hari WITA) ini berlangsung super dramatis. Pertandingan final ideal yang mempertemukan jawara Eropa dan jawara Amerika Selatan ini harus diselesaikan lewat babak perpanjangan waktu (Extra Time) setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol di waktu normal.

Berikut rekap jalannya laga puncak yang mengukuhkan takhta baru bagi sepak bola Spanyol:

Dominasi La Roja yang Sempat Tertahan

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, anak asuh pelatih Luis de la Fuente langsung mengambil alih inisiatif penguasaan bola. Spanyol berkali-kali merepotkan barisan pertahanan skuad La Albiceleste melalui manuver bintang muda mereka, seperti Lamine Yamal dan Dani Olmo.

Namun, pahlawan sebenarnya bagi Argentina di waktu normal adalah sang kiper, Emiliano Martinez. Ketangguhan Martinez di bawah mistar gawang dengan total 12 penyelamatan krusial sukses membuat barisan penyerang tim matador mati kutu sepanjang 90 menit. Tembakan Lamine Yamal hingga Mikel Oyarzabal mentah di tangan kiper Aston Villa tersebut.

Di sisi lain, Argentina yang mengandalkan serangan balik lewat kombinasi Lionel Messi dan Julian Alvarez kesulitan menembus pertahanan kokoh Spanyol yang dikawal Aymeric Laporte. Saking dominannya Spanyol, sang juara bertahan bahkan tidak mencatatkan satu pun tembakan di babak pertama, sebuah rekor negatif sejak 1966.

Petaka Kartu Merah Enzo Fernandez

Situasi menjadi semakin pelik bagi Lionel Messi dan kolega di penghujung babak kedua. Tepat pada menit ke-90+2, gelandang andalan Argentina, Enzo Fernandez, terpaksa mandi lebih awal. Ia diusir keluar lapangan oleh wasit setelah menerima kartu kuning kedua.

Bermain dengan 10 orang di sisa waktu injury time membuat pelatih Lionel Scaloni tak punya pilihan selain merapatkan pertahanan dan memaksakan laga berlanjut ke babak Extra Time.

Ferran Torres: Sang Pahlawan Pengganti

Momen penentu yang ditunggu-tunggu suporter Spanyol akhirnya tiba di menit ke-106. Ferran Torres, yang masuk dari bangku cadangan untuk menggantikan Mikel Oyarzabal, sukses memecah kebuntuan.

Gol ini bermula dari pergerakan ciamik di sektor sayap. Umpan silang dari Pedro Porro berhasil disundul oleh Nico Williams ke arah Torres. Tanpa ragu, winger tersebut melepaskan tembakan keras jarak dekat yang merobek bagian atas gawang Martinez. Keunggulan 1-0 Spanyol terus dipertahankan secara disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.

Gelar Kedua Spanyol dan Pahitnya Laga Terakhir Messi

Kemenangan dramatis ini menorehkan sejarah manis bagi Timnas Spanyol. Ini merupakan gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah mereka, mengulangi masa kejayaan saat mengangkat trofi bergengsi ini di edisi 2010 silam di Afrika Selatan.

Di kubu lawan, hasil ini menjadi antiklimaks bagi kapten legendaris Argentina, Lionel Messi. Bermain sebagai pemain non-kiper tertua di turnamen pada usia 39 tahun, Messi harus mengubur mimpinya membawa Argentina mempertahankan gelar (back-to-back champions).

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya seusai laga. “Generasi ini adalah contoh sejati dari sebuah keluarga dan kolektivitas. Tentu kami ingin memenangkannya lebih cepat, namun ini adalah Final Piala Dunia. Kami sudah bersiap untuk menderita dan berjuang hingga akhir,” ungkapnya penuh haru.

Kini, seluruh jalanan di Spanyol bisa berpesta merayakan kembalinya takhta sepak bola dunia ke tangan La Roja